![]() ![]() ![]() |
![]()
Dalam rangka peningkatan mutu dan citra
pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Kipbipa IV menitikberatkan
perhatiannya pada tiga bidang utama: bahasa, budaya, dan peranan teknologi
informatika. Pengajaran BIPA di Indonesia telah memasuki tahapan strategis
dengan terbentuknya Asosiasi Pengajar BIPA (APBIPA) di tingkat nasional
pada 1999. Di Australia kini terdapat Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia
yang sangat gencar menjalin hubungan dan menyelenggarakan program pertukaran
dengan lembaga di Indonesia. Walaupun hubungan politik kedua negara belum
seluruhnya pulih, jumlah siswa, mahasiswa, dan
pengajar Bahasa Indonesia dari Australia yang belajar bahasa dan budaya
Indonesia di tanah air masih cukup tinggi.
Tema Konperensi ini menggabungkan dua hal penting dalam BIPA: pengajaran bahasa dan budaya. BIPA tidak saja mengajarkan siswa untuk menguasai pengetahuan dan keterampilan berinteraksi dalam budaya Indonesia tetapi juga meningkatkan kesadaran dan kepekaan mereka terhadap budaya. Pengajaran yang diimbangi dengan pengenalan budaya akan mampu membuat program BIPA menjadi lebih bermakna.
Aspek lain dari tema Konperensi adalah peranan teknologi informatika dalam pendidikan. Permasalahan kita adalah bagaimana BIPA menyiasati hal ini. Materi pengajaran bahasa yang dikemasdalam CD-ROM atau yang ditawarkan melalui internet kini semakin banyak jumlahnya. Keduanya menawarkan pendekatan belajar interaktif yang sangat bermanfaat untuk kegiatan belajar mandiri maupun kegiatan belajar di dalamkelas. Penggunaan internet and email memberikan kemudahan untuk tujuan pemasaran dan promosi kursus di samping untuk menjalin hubungan dengan pihak luar negeri. Tantangan kita selanjutnya adalah bagaimana pengelolakursus, pengajar, dan akademisi mampu memanfaatkan teknologi informatika yang semakin maju?
Seperti lazimnya sebuah forum ilmiah, sasaran penting lain yang hendak dicapai adalah memberikan kemudahan agar terjalin kerjasama nasional dan internasional yang merupakan faktor penting dalam pengembangan BIPA sebagai profesi. Teknologi memang sangat menunjang dalam hal ini, namun pertemuan dan diskusi langsung merupakan landasan utamabagi keberhasilan sebuah kerjasama. Kami berharap agar Kipbipa IV benar-benarmampu memenuhi peran ini.
< Tema Konperensi >
Melalui BIPA Kita Tingkatkan Citra Bahasa dan Budaya Indonesia dalam Era Informasi
< Tujuan Konperensi
>
| Mengembangkan landasan teori pengajaran BIPA | |
| Mengembangkan kriteria pengembangan program BIPA | |
| Mengembangkan kriteria rancangan materi pengajaran BIPA yang bermutu | |
| Menyiasati peranan budaya dalam pengajaran bahasa | |
| Menyiasati manfaat teknologi informatika seperti CD ROM, internet dan e-mail dalam BIPA | |
| Menjalin kerja sama internasional bagipara praktisi BIPA |
< Topik >
| Pengembangan Kurikulum | |
| Metodologi Pengajaran | |
| Rancangan dan Pengembangan Materi Pengajaran | |
| Masalah Kebahasaan | |
| Masalah Silang Budaya | |
| Peranan Teknologi Informasi |
< Bahasa >
Bahasa yang digunakan dalam Konperensi
adalah bahasa Indonesia dan Inggris.
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |