![]() ![]() ![]() |
Ragam Bahasa Jurnalistik untuk Bahan
Ajar
Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing
(BIPA) Tingkat Lanjut
Suroso
Universitas Negeri Yogyakarta
Abstrak
Pembelajar BIPA tingkat lanjut, telah memiliki kemampuan berkomunikasi tulis yang memadai. Tujuannya adalah agar mereka bisa mengembangkan pengetahuannya akan informasi yang terkait dengan masalah politik, ekonomi, dan sosial budaya dengan cepat. Tersedianya Website surat kabar berbahasa Indonesia memudahkan pembelajar melakukan kegiatan baca-tulis. Selain itu belum terlalu banyak materi ajar BIPA yang mengenalkan ragam bahasa infromal, termasuk ragam jurnalistik.
Ragam bahasa jurnalistik merupakan ragam
bahasa yang digunakan jurnalis dalam menuliskan karya jurnalistik di media
massa cetak. Bahasa jurnalistik memiliki ciri sifat singkat, padat, sederhana,
lancar, jelas, lugas, dan menarik (Rosihan Anwar, 1986) serta tidak meninggalkan
kaidah bahasa baku dalam pemakaian kosakata, struktur, dan wacana (Danuta
Reah, The Language of Newspaper, 1998). Tujuan pengenalan ragam bahasa
ini bagi pembelajar BIPA agar mereka mengetahui (a) karakteristik; (b)
cara menuliskan; (c) cara pengayaan kosakata, struktur, dan gaya.
Biodata:
Suroso, lahir di Kediri, 30 Juni
1960. Magister Pendidikan Bahasa Indonesia IKIP Malang (1990), Dokter Pendidikan
Bahasa (1997, belum tamat). Dosen FBS Universitas Negeri Yogyakarta. Menulis
Buku Menuju Pers Demokratis (LSIP, 2001), Editor Buku, Pendidikan Kependudukan
dan Etika Lingkungan (LSIP, 2000), Peran Perguruan Swasta dalam Pembangunan
(LSIP, 2000), Perempuan, Agama, dan Pembangunan (LISP, 2000). Selama ini
telah menulis 200 artikel di media massa seperti Suara Pembaruan, Kompas,
Suara Karya, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, dll. Sekarang
sedang menyusun disertasi tentang bahasa pers di Universitas Negeri Jakarta.
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |