![]() ![]() ![]() |
Silang Budaya: Seni Pertunjukan Janger
Banyuwangi
Sunu Catur Budiyono
Universitas Adi Buana Surabaya
ABSTRAK
Dalam menghadapi dan memahami lebih dari satu kebudayaan milik orang lain, seniman memiliki kebebasan untuk memilih dan selanjutnya mengartikulasikan sesuai dengan pola dan daya ungkap yang dimiliki. Janger Banyuwangi sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan yang berada dalam kawasan multikultural Bali, Using, dan Jawa. Dialog antarbudaya dari ketiga etnis tersebut berlangsung secara mendalam, akrab, dan intensif. Melalui genius-genius lokal ketiga budaya tersebut dapat dikreasikan menjadi sebuah performance yang khas, demokrat, dan unik.
Silang budaya yang terdapat dalam Janger
terungkap lewat bahasa yang digunakan yang meliputi bahasa Jawa dan Using,
musik yang merupakan paduan antara musik tradisional Bali dan Using, busana
yang merupakan paduan Bali dan Jawa, dan gerak tari. Bahkan untuk grup
Janger tertentu anggotanya juga terdiri atas orang-orang dari etnis Bali,
Jawa, an Using. Penggunaan berbagai budaya yang berasal dari berbagai etnis
tersebut merupakan suatu bentuk kerja kreatif, upaya pemertahanan tradisi,
serta pencarian estetika baru dalam seni pertunjukkan Janger, selain sebagai
sebuah keniscayaan karena adanya dialog budaya mengingat posisi geografis
Banyuwangi (berada di silang budaya).
Biodata:
Sunu Catur Budiyono adalah staf pengajar
di UNIPA Surabaya. Lulus sarjana 1990 dari IKIP Malang dan Pascasarjana
2001 dari Universitas Udayana. Aktif dalam berbagai kegiatan seni tradisi
serta aktif melaksanakan penelitian. Penelitian berkaitan dengan seni tardisi
antara lain Janger Banyuwangi, Syair-syair Gandrung Banyuwangi, Wangsalan
Jawa, Ironi dalam Ludruk, dan Kethoprak Humor.
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |