Bahasa Indonesia Dialek Bali sebagai Bahan Ajar Pembelajaran BIPA di Bali

Sumarsono

IKIP Negeri Singaraja, Bali

Abstrak


Bahasa Indonesia memiliki berbagai variasi kedaerahan, masing-masing dengan ciri-ciri tertentu, yang disebut dialek, misalnya Bahasa Indonesia dialek Bali. Ciri-ciri tersebut paling mencolok tampak pada kosakata tetapi bisa juga tampak pada tuntutan morfologi dan sintaksis.

Penutur asing yang belajar bahasa Indonesia biasanya diwajibkan mempelajari bahasa Indonesia ragam baku. Ini tentu tidak realistis. Pebelajar yang penutur asing pasti belajar di sesuatu daerah dan lingkungan bahasa yang mereka dengar ialah Bahasa Indonesia dialek di daerah tersebut, disamping bahasa daerah. Karena itu ada manfaatnya jika guru BIPA memperkenalkan bahasa Indonesia dialek Bali bagi mereka yang belajar Bahasa Indonesia di Bali agar mereka sedikit banyak dapat berkomunikasi dengan lingkungannya dengan lebih baik. Tulisan ini mencoba memperkenalkan sejumlah ciri bahasa Indonesia daerah Bali yang patut dipahami oleh guru.
 
 

Biodata:

Sumarsono, Lahir di Jepara, 22 Agustus 1939. Menamatkan S1 di IKIP Malang (1963), S2 di La Trobe University, Melbourne (1977-79), S3 di Faksas UI (1988-90). Bertugas di IKIP Negeri Singaraja, menjadi ketua PS Pendidikan Bahasa Pascasarjana.

Penelitian yang dilakukan secara berkelanjutan ialah tentang Bahasa Indonesia dialek Bali (1971, 1980, 1991, 2000).
 
 

Return to Abstracts


Conference Program Abstracts Call for Presentations Conference Rationale
Conference Registration Hotel Accommodation Homepage

 
Jadwal Conperensi Abstrak Penyajian Makalah Keterangan Konperensi
Pendaftaran Konperensi Akomodasi / Hotel Homepage

For more information, please contact:

Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia

tel  +62 361 225243 / 221782 / 221783
fax  +62 361 263509
kipbipa@ialfbali.co.id

www.ialf.edu/kipbipa/