![]() ![]() ![]() |
Workshop:
Penggunaan Realia Dalam Pengajaran
Aspek-Aspek
Budaya Bagi Penutur Asing
Siti Hajar
IALF Bali
Abstract
Sebagaimana pendapat para ahli bahasa dan sosial kemasyarakatan pada umumnya, belajar bahasa tidak terlepas dari belajar budaya masyarakat pemilik bahasa tersebut. Pengalaman belajar dan mengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Bali seperti di IALF misalnya, menunjukan bahwa pengajar mungkin tidak menyadari bahwa mengajarkan budaya kepada penutur asing adalah hal yang sangat penting. Kebanyakan pengajar mengajarkan tentang pemahaman budaya dan bukan bagaimana mengajarkan budaya itu sendiri. Pengajaran budaya yang dimaksud dipadukan dengan pengajaran bahasa. Dengan demikian siswa akan memperoleh dua keuntungan dalam waktu yang bersamaan yakni mampu berbahasa Indonesia dan memahami budaya Indonesia.
Pelatihan ini akan memperkenalkan bagaimana menggunakan realia dalam mengajarkan budaya Bali kepada siswa BIPA. Para peserta akan disajikan bahan-bahan realia yang berhubungan dengan dua topik utama yang diberikan yakni; Pakaian Adat Bali dan Makanan dan Minuman khas Bali. Bahan-bahan realia yang dimaksud antara lain topi, kebaya, sarung, sesajen dan sebagainya. Lewat dua topik ini para peserta akan dilibatkan dalam kegiatan bercerita atau menjelaskan tentang pakaian dan sesajen tersebut dalam kegiatan role play dan kerja kelompok.
Biodata:
Siti Hajar menyelesaikan Sarjana
Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Nusa Cendana, Kupang-Indonesia
pada tahun 1995. Pada tahun 1999 Siti memperoleh MA in Applied Linguistics
di University of Sydney, Australia. Sekarang dia bekerja di IALF sebagai
staf pengajar bahasa Indonesia bagi penutur asing dan bahasa Inggris.
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |