Mengajarkan Bahasa Indonesia kepada Mahasiswa Australia:
Beberapa Isu Bahasa dan Budaya

Rebecca Fanany

School of Australian and International Studies
Faculty of Arts
Deakin University
Melbourne, Australia

Abstrak

Kalau dilihat satu per satu negara di dunia, tidak ada yang bisa menandingi Australia dalam pengajaran BIPA. Ribuan sekolah menengah di negara itu mengajarkan bahasa Indonesia. Puluhan ribu pelajar dan siswa pernah belajar bahasa Indonesia di dalam kelas. Di tingkat universitas, lebih separoh dari 38 universitas di Australia punya program bahasa Indonesia, yang tersebar di seluruh negara bagian dan teritori.

Makalah ini akan membicarakan beberapa isu di dalam kelas Bahasa Indonesia di Australia yang menyangkut berbagai aspek kebahasaan dan budaya. Aspek kebahasaan termasuk ucapan, penggunaan kata, lagu kalimat, dan sebagainya. Sedangkan aspek budaya menyangkut penggunaan kata ganti, penggunaan kata dalam konteks atau lingkungan tertentu, kewajaran gerak-gerik waktu berbicara, dan yang seumpamanya. Data makalah ini didapat dari kelas bahasa Indonesia di Deakin University, kelas jarah jauh, dan kelas program intensif musim panas yang diadakan Deakin di Padang setiap tahun. Dua jenis kelas yang terakhir juga melibatkan mahasiswa yang mengambil program gelar di universitas lain, guru sekolah, dan mahasiswa bebas yang mungkin pegawai pemerintah, pengusaha, dan lain-lain.

Dampak isu kebahasaan dan budaya ini terhadap perencanaan dan pengembangan bahan dan metode ajar akan dibicarakan.
 
 

Return to Abstracts


Conference Program Abstracts Call for Presentations Conference Rationale
Conference Registration Hotel Accommodation Homepage

 
Jadwal Conperensi Abstrak Penyajian Makalah Keterangan Konperensi
Pendaftaran Konperensi Akomodasi / Hotel Homepage

For more information, please contact:

Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia

tel  +62 361 225243 / 221782 / 221783
fax  +62 361 263509
kipbipa@ialfbali.co.id

www.ialf.edu/kipbipa/