![]() ![]() ![]() |
Tes UKBI dan Pengajaran BIPA
Maryanto
Pusat Bahasa, Jakarta
Abstrak
Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional
Republik Indonesia telah dan sedang mengembangkan sarana pengujian bahasa
yang disebut UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia). Sarana pengujian
itu digunakan untuk memberikan penilaian standar kemampuan berbahasa Indonesia
tanpa mempertimbangkan di mana, kapan, dan bagaimana kemampuan itu diperoleh
peserta tes UKBI. Dalam konteks pengajaran BIPA, UKBI dapat menjadi bahan
pengujian eksternal, seperti yang dikembangkan di dalam TOEFL atau IELTS.
Agaknya, pengujian internal yang dilakukan atas dasar program BIPA tertentu
tidak cukup untuk mengevaluasi kemampuan berbahasa Indonesia peserta BIPA.
Hal itu disebabkan oleh kenyataan bahwa bahan ajar dalam program itu amat
beragam sehingga standardisasi kemampuan berbahasa Indonesia sulit ditentukan.
Jadi, meskipun bahan ajar yang digunakan oleh peserta BIPA berbeda-beda,
sebagaimana yang terjadi sekarang, dengan UKBI peserta BIPA dapat mengukur
kemampuan berbahasanya untuk mengetahui kedudukannya dalam satu skala kemahiran
berbahasa Indonesia. Dalam kaitan itu, makalah ini bermaksud untuk mengupas
ihwal UKBI yang, antara lain, mencakupi tujuan tes, materi tes, sistem
penilaian, analisis hasil tes yang dikaitkan dengan masalah validitas dan
reliabilitas dalam pengujian bahasa. Selain itu, diharapkan kemungkinan
penyelenggaraan tes UKBI di tempat-tempat pengajaran BIPA dapat digali
melalui makalah ini.
Biodata:
Maryanto, lahir di Ambarawa, Jawa Tengah pada tanggal 3 Mei 1970. Menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di kota itu, sedangkan pendidikan tinggi di Jakarta. Saya bekerja pada Pusat Bahasa sejak 1993 dan Pusat Bahasa pernah mengirimnya untuk belajar tentang pengujian bahasa di RELC Singapura.
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |