![]() ![]() ![]() |
Drs. Fathur Rokhman, M.Hum.
Universitas Negeri Semarang
Abstrak
Setakat ini, kesantunan berbahasa merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji dari berbagai perspektif. Dalam konteks masyarakat diglostik di Indonesia dengan adanya berbagai bahasa dan ragam bahasa yang menduduki fungsi masing-masing, kajian kesantunan berbahasa menantang kajian yang relevan. Fenomena kesantunan berkaitan bukan hanya dengan aspek kebahasaan semata melainkan juga aspek sosial dan kultural.
Artikel ini merupakan hasil penelitian
yang mengkaji kesantunan berbahasa Indonesia dari perspektif pragmatik.
Subjek penelitian adalah masyarakat tutur bahasa Jawa di Banyumas yang
merupakan masyarakat diglostik dengan berbagai bahasa yang hidup dalam
interaksi sosial mereka. Skala kesantunan dari perspektif pragmatik yang
berupa sala opsional, skala kelangsungan tutur, dan skala jarak sosial
digunakan sebagai ancangan dalama analisis data. Hasil penelitian berupa
paparan tentang wujud kesantunan berbahasa Indonesia dan faktor sosial,
budaya, dan kontekstual yang menjadi penandanya. Dalam artikel ini juga
akan dipaparkan implikasi kesantunan berbahasa Indonesia dalam konteks
masyarakat multibahasa bagi pembelajar bahasa Indonesia bagi penutur asing.
Biodata:
Drs. Fathur Rokhman, M. Hum. selain bertugas sebagai dosen Fakultas Bahsaa dan Seni UNNES, ia juga bertugas sebagai Kepala Pusat Penelitian Sosial dan Humaniora Lemlit UNNES. Pendidikan tingkat sarjana pada Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia diselesaikannya di IKIP Bandung tahun 1990, tingkat magister, Program Linguistik diselesaikannya di Universitas Indonesia, tahun 1996. Saat ini sedang menyelesaikan program doktoral Bidang Linguistik di Universitas Gadjah Mada. Pengalaman di bidang profesi antara lain: anggota Masyarakat Linguistik Indonesia dan HPBI, Tim Pengembang Kurikulum BIPPA UNNES.
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |