![]() ![]() ![]() |
Endang Poerwanti
FKIP Uiversitas Muhamadiyah, Malang
Abstrak
Permasalahan silang budaya terkait dengan kultural materialisme yang mencermati budaya dari pola pikir dan tindakan kelompok sosial tertentu. Pola temperamen ini ditentukan oleh faktor keturunan, kebutuhan dan hubungan sosial, sehingga kebudayaan cenderung mengulang-ulang bentuk perilaku tertentu melalui pola asuh dan proses belajar. Kemudian muncullah struktur kepribadian rata-rata, atau stereotipe perilaku yang merupakan ciri khas suku bangsa dan masyarakat tertentu.
Masyarakat Indonesia yang majemuk terdiri dari berbagai budaya, karena adanya kegiatan dan pranata khusus yang justru berfungsi mempertahankan perbedaan sebagai dasar identitas diri dan integrasi sosial masyarakat tersebut. Pluralisme masyarakat, dalam tatanan sosial, agama, dan suku bangsa, telah ada sejak nenek moyang, kebhinekaan budaya yang dapat hidup berdampingan, merupakan kekayaan dalam khasanah budaya Nasional, bila indentitas budaya dapat bermakna dan dihormati, bukan untuk kebanggan dan sifat egoisme kelompok, apalagi diwarnai kepentingan politik. Permasalahan silang budaya dapat terjembatani dengan membangun kehidupan multi kultural yang sehat; dilakukan dengan meningkatkan toleransi dan apresiasi antar budaya. Yang dapat diawali dengan pengenalan ciri khas budaya tertentu, terutama psikologi masyarakat yaitu pemahaman pola perilaku masyarakatnya. Juga peran media komunikasi, untuk melakukan sensor secara substantif dan dstributif, sehingga dapat menampilkan informasi apresiatif terhadap budaya masyarakat lain.
Pendidikan sebagai proses humanisasi
menekankan pembentukan mahluk sosial yang mempunyai otonomi moral dan sensitivitas/kedaulatan
budaya, yaitu manusia yang bisa mengelola konflik, menghargai kemajemukan,
dan permasalahan silang budaya. Toleransi budaya di lembaga pendidikan
dapat diupayakan lewat pergaulan di sekolah dan muatan bidang studi, transformasi
budaya harus dipandu secara pelan-pelan, bukan merupakan revolusi yang
dipaksakan.
Biodata:
Endang Poerwanti lahir di Sragen 1953, Sarjana Psikologi Pendidikan & Bimbingan, dan Magsiter Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Lektor Kepala/IV-C pada FKIP-UMM, Ketua Program AKTA, Tim Lembaga Kebudayaan dan Sekretaris Senat Universitas. Menulis beberapa buku Psikologi dan Penelitian (salah satunya diterbitkan DIKTI, Th. 2000), menulis berbagai jurnal serta aftif melakukan penelitian pendidikan dan ilmu-ilmu sosial
Dinoyo Permai Kav. 3
Malang 65144
Tel. 0341-561751
Fax 0341-460782
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |