![]() ![]() ![]() |
Memahami dan Memberi Makna terhadap Perbedaan Budaya
Drs. Atmazaki, M.Pd.
Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat
Abstrak
Sering terjadi bahwa orang asing yang belajar
bahasa Indonesia di Indonesia mengalami kejutan budaya (cultural shock),
dan keterasingan budaya (cultural mismatch). Kedua hal itu sangat
mengganggu proses belajar bahasa baik di kelas maupun di dalam masyarakat.
Sementara persilangan budaya (cross-cultural) tidak mungkin dihindari
dan proses belajar mengajar bahasa Indonesia bagi penutur asing tetap akan
berjalan maka diperlukan suatu perspektif untuk memahami dan mengatasinya.
Makalah ini akan membahas berbagai bentuk kejutan budaya dan keterasingan
budaya yang dialami oleh mahasiswa asing di Sumatera Barat, baik yang mengikuti
kursus intensif bahasa Indonesia maupun yang mengajar (teaching practice/field
experience) di sekolah dasar. Data (tiga tahun terakhir) diambil melalui
wawancara baik dengan mahasiswa, dosen/guru, keluarga kost, dan masyarakat.
Setelah mendeskripsikan bagaimana mahasiswa mengatasi masalah itu, berdasarkan
analisis berdasarkan formula Pine (1998): event-interpretation-cultural
rule, makalah ini ditutup dengan berbagai saran baik kepada calon mahasiswa,
lembaga pelaksana kursus, lembaga pengirim (asing), maupun kepada keluarga
kost tentang apa yang harus dan perlu dilakukan dan apa yang tidak harus
dan tidak perlu dilakukan dalam keseluruhan program belajar bahasa Indonesia
bagi orang asing di Indonesia, khususnya Sumatera Barat.
Biodata:
Atmazaki, Dosen dan Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBSS Universitas Negeri Padang 1999—2003; Panitia Kursus Intensif Bahasa Indonesia untuk mahasiswa Univ. Tasmania dan Univ. Deakin Australia 1995—2001; Koordinator AIRAES (Australia-Indonesia Rural Areas Education Scheme) 1998; Koordinator Teach_Indo Program 2001.
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Kapten Agung 17
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |