![]() ![]() ![]() |
Pendekatan Silang Budaya Sebagai Pencitraan
Budaya Indonesia
Melalui Pengajaran BIPA
Drs. Arif Budi Wurianto, M.Si.
Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadyah Malang
Abstrak
Bahasa Indonesia (BI) tidak dibentuk berdasarkan landasan linguistik saja. Dalam perkembangan BI dibangun oleh sistem nilai budaya penuturnya. Untuk itu, pemahaman dan pengajaran Bahasa Indonesia harus didekati pula secara kultural dengan memperhatikan isu-isu silang budaya yang juga melihat bahasa sebagai bentuk ekspresi madani masyarakat Indonesia yaitu hakikat pola hidup dalam keragaman. Bahasa Indonesia memiliki "ruh, jiwa, dan semangat" pluralistik yang harus dipakai melalui ekspresi bentuk dan isi bahasa. Pemahaman pluralistik budaya Indonesia dimungkinkan dengan membangun pola hubungan manusia dan kelompok yang diawali dengan budaya khusnudzan (sebagai dataran budaya tinggi).
Kemajemukan masyarakat Indonesia merupakan
kenyataan dalam tataran satu bahasa nasional yang disinergikan dengan kepentingan
sosial, ekonomi, budaya, dan keagamaan. Melalui pendekatan silang budaya,
bahasa Indonesia dapat diajarkan dari tataran formal sampai ke tataran
substansial. Konsep pendekatan silang budaya sebagai pencitraan BI melalui
pengajaran BIPA menunjukkan wacana baru dalam pengajaran BIPA dengan menekankan
pertumbuhan, perubahan, perkembangan, dan kesinambungan BI yang dinamis
dan bersinergi dengan kebutuhan masyarakat informatif. Bahasa Indonesia
merupakan salah satu bahasa di Asia yang berpotensi untuk pertukaran kebutuhan
informasi dunia karena ciri pluralistik masyarakat penuturnya. Secara praktis
pendekatan silang budaya ini menekankan penggalian metode pengajaran bahasa
berdasarkan pola empatik untuk pemahaman masyarakat majemuk baik secara
genetis maupun kultural.
Biodata:
Arif Budi Wurianto menamatkan S1 pada bidang Pendidikan Bahasa Indonesia, S2 di bidang Sosiologi. Sekarang staf pengajar Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, dan kepala Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadyah Malang. Mulai 1995 menjadi bagian dari anggota pembina Bahasa Indonesia program ACICIS (Australian Consortium in Country Indonesian Studies) di Universitas Muhammadyah Malang. Kegiatan sebagai pembicara seminar nasional dalam setahun terakhir adalah KONASPI-IV Jakarta, Kongres Bahasa Jawa–III Yogyakarta, Semiloka Pendidikan Humaniora di ITS Surabaya, dan Pendidikan Budi Pekerti di UMM Malang, dan sebelumnya memberi ceramah Cross Culture tentang Kebudayaan Jawa untuk delegasi dari Institute Teknologi Aucland New Zealand yang berkunjung ke UMM.
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Raya Sesetan 190
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |