![]() ![]() ![]() |
Arief Rijadi
FKIP Universitas Jember
Abstrak
Perkembangan bahasa Indonesia saat ini semakin mantap dan maju serta semakin diminati masyarakat internasional. Perkembangan itu sangat menggembirakan, sekaligus menjadikan jati diri bangsa Indonesia semakin terangkat. Akan tetapi, kegembiraan itu tidak dapat dilepaskan dari berbagai tantangan, di antaranya masalah penyediaan materi pembelajaran BIPA yang masih perlu ditata dan dikembangkan. Penataan dan pengembangan materi ajar dapat dilakukan pemotongan terhadap sebagian materi secara keseluruhan. Dalam makalah ini bagian materi yang akan dikaji adalah Ungkapan penerimaan dan penolakan dalam bahasa Indonesia.
Permasalahan yang akan dibahas adalah (1) bagaimanakah wujud penerimaan dan penolakan dalam bahasa Indonesia?; (2) bagaimanakah struktur penerimaan dan penolakan dalam bahasa Indonesia?
Wujud ungkapan penerimaan misalnya, "Selamat pagi, Saudara-saudara! Selamat pagi."; "Tidak apa-apa, baru saja dimulai kok." (ungkapan atas penyampaian "maaf, saya datang terlambat!"). Wujud ungkapan penolakan, misalnya, "Maaf, tidak menerima sumbangan dalam bentuk apa pun!"; "Maaf, dengan berat hati perusahaan menolak lamaran Saudara!".
Struktur ungkapan penerimaan ditemukan
beberapa pola, yaitu (1) Selamat + Verba pemarkah waktu; (2) Terima kasih
+ (kembali) + (Informasi tambahan); (3) Sama-sama; dan (4) Tidak
apa-apa + (Informasi tambahan). Selanjutnya, struktur ungkapan penolakan
ditemukan pola, yaitu UT (ungkapan tetap) + verba pemarkah
tindak penolakan + (objektif).
Biodata:
Arief Rijadi lahir di Madiun pada 16 Januari 1967. Lulus sarjana Sastra 1992 dan Msgister Sains diperoleh di UGM tahun 2000. Sejak 1994 bekerja sebagai Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia di FKIP Universitas Jember. Sekarang sedang berminat pada pembelajaran BIPA dengan ikut KIPBIPA III dan Seminar BIPA di Bandung.
For more information, please contact:
Kipbipa Secretariat
IALF Bali
Jalan Raya Sesetan 190
Denpasar
Bali 80232
Indonesia
|
fax +62 361 263509 kipbipa@ialfbali.co.id |
![]() |