Kendala Pengajaran BIPA bagi Guru Pemula

Ardani Sarjito
IALF Bali


 

Sebagai pengajar yang baru berkecimpung dalam pengajaran BIPA, saya mengalami sejumlah kendala yang berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas. Kendala tersebut pada dasarnya berakar pada pemahaman tata bahasa Indonesia yang cukup rumit untuk dikuasai oleh siswa asing.

Kendala berikutnya adalah kurangnya buku-buku sumber yang bisa dijadikan acuan yang sesuai dengan kebutuhan pengajaran BIPA. Akibatnya guru menemukan kesulitan untuk menjawab pertanyaan siswa tentang tata bahasa Indonesia. Ternyata sebagai penutur asli bahasa Indonesia, tidaklah mudah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Dalam menjawab pertanyaan siswa saya sering menggunakan buku acuan tata bahasa baku Indonesia. Ternyata hal tersebut tidak mudah karena buku tersebut diperuntukkan bagi penutur asli bahasa Indonesia. Buku acuan yang tepat sangat berperan dalam kelangsungan dan keberhasilan proses belajar mengajar BIPA. Jika pengajar mendapatkan sumber acuan yang sesuai, ia akan dapat membantu siswa dengan lebih efektif.

Kendala ketiga adalah urutan penyampaian materi tata bahasa Indonesia. Dalam tata bahasa Indonesia kita mengenal berbagai kombinasi afiksasi seperti meN-, meN- kan, meN- i, ber-, memper-, dan memper-i. Masalahnya adalah bagaimana urutan penyampaian yang efektif dalam BIPA?

Kendala di atas sering saya alami dan berpengaruh terhadap proses pemahaman dan keberhasilan belajar siswa. Oleh sebab itu, pengajar BIPA muda perlu bersiap diri sebaik mungkin agar dapat membantu siswa dengan baik. Dengan demikian dia bisa menjamin keberhasilan siswa dalam mempelajari bahasa Indonesia.

Return to Volume I/1