Volume I/1
July 1999
BULETIN 
PENGAJARAN
BIPA
Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing
  Daftar Isi
 

Pengantar Redaksi

Banyak kalangan di Indonesia menganggap bahwa referensi BIPA sangat minim. Anggapan ini didasarkan pada langkanya buku-buku BIPA yang siap pakai dan yang sesuai dengan selera guru dan siswa. Anggapan itu tidak semuanya benar. Buku-buku BIPA banyak dijual di masyarakat. Diperuntukkan bagi wisatawan, buku-buku tersebut dikemas dalam bentuk buku saku. Materinya ditampilkan dalam bentuk ungkapan-ungkapan pendek yang mudah dihafalkan.

Sumber materi pengajaran BIPA di Indonesia sebenarnya sangat melimpah. Surat kabar, majalah, komik dan lain-lain merupakan sumber bahasa otentik dan terkini. Media pengajaran banyak dijual di toko dengan harga yang terjangkau. Jadi, keluhan tentang kekurangan bahan itu sebenarnya kurang beralasan.

Pokok permasalahan BIPA adalah sumber daya manusia (SDM) yang tidak terlatih. Kita belum memiliki tenaga pengajar BIPA yang memiliki kualifikasi karena program BIPA memang belum menjadi salah satu program studi di LPTK. Guru-guru BIPA yang ada sekarang tidak pernah mengenal lelah untuk belajar dan mencoba berbagai kiat pengajaran. Mereka itu seperti seorang bayi yang hendak belajar berjalan - tidak pernah lelah untuk bangkit kembali setelah kaki mereka terpeleset.

Proses ini pula dialami oleh staf IALF Bali. Sekitar sembilan tahun yang lalu kami mulai mereka-reka seperti apa sebenarnya wajah BIPA itu. Selama hampir 4 tahun kami belum bisa menentukan dengan baik karakter BIPA itu baik dari segi linguistik maupun metodologi. Pada tahun 1996 permasalahan BIPA mulai digarap secara serius. Kami ingin ikut memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan bidang ini.

Seperti yang diuraikan di atas, pengalaman dan keberanian untuk mencoba itulah yang menjadi tonggak perkembangan BIPA di Bali. Setelah menyelenggarakan berbagai kursus intensif dan umum, idenditifikasi permasalahan pokok BIPA semakin jelas. Atas dasar ini, langkah strategis mulai dipikirkan untuk mengembangkan SDM BIPA di Bali.

Dimulai pada tanggal 1 November 1997, IALF Bali menyelenggarakan Lokakarya Regional Pengajaran BIPA yang pertama dan disusul dengan Lokakarya yang kedua pada tanggal 24 Oktober 1998. Dari dua lokakarya ini muncul dua isu penting: pembentukan Asosiasi Pengajar BIPA (APBIPA) Bali dan penerbitan buletin. Dengan demikian, penerbitan buletin ini merupakan wujud usaha untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh guru-guru BIPA di Bali. Kami sangat berharap semoga buletin ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi para guru dalam pengembangan program BIPA khususnya di Bali dan di Indonesia pada umumnya.

Return to the BIPA home page
For more information, contact:

Redaksi Buletin Pengajaran BIPA
IALF Bali
Jl. Kapten Agung 17
Denpasar 80232, Bali, Indonesia
Tel. +62 361 225243, 221782, 221783
Fax. +62 361 263509
E-mail nriasa@ialf.edu

APBIPA BALI