 |
Inilah kursus Study Bahasa Indonesia in Bali yang paling
menghebohkan sepanjang sejarahnya. Pada saat lahirnya kursus, ini diberi
nama Bahasa in Bali (BiB) dan sejak tahun 1998, atas saran sejumlah
siswa, BiB secara resmi berganti nama menjadi SBIB.
SBIB Periode 28 Desember 1998 - 8 Januari 1999 mencatat rekor baru
dengan jumlah peserta 23 orang.
Data demografi menunjukkan bahwa 19 orang berasal dari berbagai negara
bagian di Australia, 1 orang dari Jepang, 2 dari Inggris, dan 1 dari Finlandia.
Menurut jenis pekerjaan tercatat bahwa 16 peserta adalah guru bahasa Indonesia
dari berbagai sekolah di Australia, 1 orang dosen, 2 orang wartawan, 1
orang petugas kesehatan, 1 orang pimpinan proyek, 1 orang MPP (masa persiapan
pensiun), dan 1 orang mahasiswa.
Ada dua hal yang paling menghebohkan pada kursus SBIB kali ini. Yang
pertama sebanyak 16 orang siswa tertarik pada program kajian budaya. Ke-16
siswa ini memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda. Perbedaan ini
berpengaruh terhadap topik-topik program kajian budaya. Untuk menampung
aspirasi siswa, program ini dibagi menjadi dua: ceramah/lokakarya budaya
dan kegiatan budaya praktis. Ceramah/lokakarya bersifat teoritis akademis,
dilakukan di dalam kelas, dan bertujuan memeperluas wawasan para peserta.
Sementara itu, kegiatan budaya bersifat apresiatif seperti belajar melukis,
memasak, dan menari yang dilakukan di luar kelas.
Kegiatan
yang menghebohakan yang kedua adalah hadirnya tim University Griffith,
Brisbane, Australia beserta kru videonya. Tim ini dikomandoi oleh Malcom
Smith. Hampir tiap hari tim Griffith ini sibuk mengambil gambar para guru
IALF yang sedang mengajar. Malcom berusaha mendapatkan materi tentang teknik
pengajaran bahasa Indonesia untuk orang asing dari IALF Bali. Materi itu
akan digunakan sebagai bahan pelajaran program jarak jauh (in-service
distance language training) bagi guru bahasa Indonesia. Program bahasa
Indonesia di IALF sepertinya sudah menyebar ke banyak negara. Bukan hanya
Finlandia, sebelumnya IALF pernah memiliki siswa yang langsung datang dari
Jerman dan Spanyol. Dan untuk tahun 1999 program SBIB sepertinya akan banyak
diwarnai oleh kelompok siswa sekolah menengah (High School) dari
berbagai kawasan Australia.
|