| Volume I/2
April 2000 |
BULETIN
PENGAJARAN BIPA Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing |
Daftar Isi
TIM HASSALL PROF. DR. SUMARSONO, M.ED. NYOMAN RIASA I GUSTI NGURAH CIPTADI M. BUNDHOWI |
Memasuki tahun 2000, pengajaran BIPA di Bali telah mencapai kemajuan yang sangat berarti. Hal ini ditandai, pertama, dengan makin meningkatnya kesadaran kalangan pendidik tentang pentingnya BIPA untuk Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia. Istilah 'BIPA' itu sendiri kini telah makin dikenal walaupun substansinya masih harus terus dimasyarakatkan. Kedua, keterlibatan lembaga luar IALF seperti BLTCC Denpasar, SIT Ubud, dan WILTA Perth, dalam Lokakarya Pengajaran BIPA III (1999) memberikan cita rasa baru. Dan ketiga, minat peserta mengikuti kegiatan Lokakarya tetap tinggi terbukti dengan jumlah target peserta sekitar 100 orang dapat dipertahankan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah peran APBIPA Bali yang belum maksimal mengingat kesibukan para pengurusnya. Untuk itu pengurus APBIPA yang akan datang harus benar-benar mampu menelorkan gagasan-gagasan jitu tentang kelanjutan program BIPA di Bali. Pada KIPBIPA III (10-13 Oktober 1999) di Bandung, telah disepakati pembentukan APBIPA di tingkat nasional. Lembaga ini diharapkan mampu memberdayakan kursus-kursus BIPA di tanah air melalui berbagai program yang saat ini sedang disusun. Kepeloporan Bali dalam pendirian organisasi APBIPA di tingkat daerah harus tetap dipertahankan melalui pelaksanaan program-program nyata. Jika tidak, APBIPA Bali hanya sekedar wadah (organisasi) tanpa isi yang bermanfaat bagi anggotanya.
Catatan kemajuan program BIPA di Bali menjadi lebih lengkap dengan ditunjuknya IALF Bali secara aklamasi sebagai lembaga penyelenggara KIPBIPA IV tahun 2001 mendatang. Untuk menyukseskan konperensi tersebut diperlukan kerja keras dengan semua pihak.
Dalam bidang pengajaran, IALF Bali baru-baru ini mencatat prestasi yang sangat gemilang dengan penyelenggaraan kursus "Advanced Indonesian for the Tourism Industry" atau Kursus Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut untuk Pariwisata. Melalui kursus ini saya ingin menyampaikan selamat kepada Bapak M. Bundhowi yang ditunjuk IALF Bali untuk mengelola program tersebut. Jenny Stewart, guru BIPA WILTA, Australia Barat baru saja menyelesaikan program pertukaran guru dengan IALF Bali. Program ini berlangsung selama dua minggu (6-22 Januari 2000) yang melibatkan ILC Anugerah Denpasar. Pada bulan Mei 2000 guru IALF akan bertugas di Perth selama empat minggu dan seorang lagi akan bekerja selama enam bulan pada salah satu Sekolah Menengah di Negara Bagian New South Wales, Australia. Program pertukaran guru ini tidak saja memberikan nuansa baru bagi BIPA tetapi juga bagi pengajaran bahasa Inggris di Bali.
Masih banyak celah BIPA yang memerlukan terobosan-terobosan jitu agar BIPA mampu menjangkau lapisan yang lebih luas. Langkah jitu berikutnya yang perlu kita pikirkan bersama adalah penerbitan materi-materi BIPA yang telah diujicobakan pada berbagai program oleh masing-masing lembaga penyelenggara kursus BIPA.
Apakah Bali siap untuk melakukan hal itu? Mari kita berlomba.
Salam dari Redaksi
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Tim Redaksi Buletin Pengajaran BIPA |
![]() |